WahanaNews-Bintan | Pemerintah Pusat menetapkan Desa Ekang Anculai yang merupakan salah satu kawasan pariwisata di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau sebagai desa mandiri tahun 2022.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bintan, Ronny Kartika di Tanjungpinang, Rabu mengatakan Ekang Anculai memenuhi syarat Indeks Desa Membangun sehingga ditetapkan sebagai satu-satunya desa di Bintan yang mandiri.
Baca Juga:
HBT Ke-72, Kemendes PDTT Berhasil Bangun 139 SP Jadi Desa Mandiri
"Bintan memiliki 36 desa yang tersebar di-10 kecamatan. Satu di antaranya Desa Ekang Anculai, yang berhasil menjadi desa mandiri," katanya.
Ronny menjelaskan desa mandiri merupakan desa maju yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan desa untuk menyejahterakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi yang berkelanjutan.
Indikator ini dipenuhi Desa Akang Anculai.
Baca Juga:
Kapolresta Jambi Bersama Wakil Walikota Jambi Kirim 50 Remaja Untuk Pembinaan Karakter Ke SPN Jambi
"Desa mandiri adalah desa yang memiliki Indeks Desa Membangun lebih besar dari 0,8155," ucapnya.
Menurut dia, Desa Ekang Anculai dikenal sebagai kawasan pariwisata, yang "menjual" keindahan alam di daratan desa itu.
Selain itu, pengelolaan sektor pertanian di Desa Ekang Anculai sudah cukup baik sehingga memperkuat ketahanan pangan di Bintan.
Pendapatan asli desa juga cukup memadai dari berbagai sektor perekonomian. Manajemen pengelolaan anggaran desa juga berjalan optimal sehingga warga merasakan manfaatnya.
"Kesehatan, terutama kasus stunting juga minim di Desa Ekang Anculai," kata Penjabat Sekda Bintan itu.
Ronny mengemukakan Bintan tidak memiliki desa tertinggal atau desa sangat tertinggal sejak tahun 2017.
Kapasitas desa terus ditingkatkan seiring dengan kebijakan pusat yang memberi atensi khusus terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
"Anggaran pusat yang dikelola desa setiap tahun cukup memadai untuk meningkatkan kapasitas desa dan kesejahteraan warga desa," ujarnya.
Selain desa mandiri, di Bintan juga terdapat desa maju dan desa berkembang. Desa maju memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, serta kemampuan mengelolanya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, dan menanggulangi kemiskinan.
Desa maju memiliki Indeks Desa Membangun kurang dari atau sama dengan 0,8155 dan lebih besar dari 0,7072.
Sementara desa berkembang memiliki sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, akan tetapi belum secara optimal mengelolanya.
Desa berkembang memiliki Indeks Desa Membangun kurang dan sama dengan 0,7072 dan lebih besar dari 0,5989.[zbr]