Natuna.WahanaNews.co | Tepat pada 17 Agustus 2022, rakyat Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan RI yang ke-77 tahun. Namun masih banyak masyarakat yang belum merasakan kemerdekaan seutuhnya. Satu di antaranya yakni masyarakat di Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Masyarakat di Pulau Terluar dan Terdepan itu masih belum merdeka sinyal atau jaringan telekomunikasi, kemudian sulitnya air bersih dan akses jalan belum memadai.
Baca Juga:
Keberanian Kapal Negara Bakamla RI Usir Kapal China Coast Guard-5402
Camat Pulau Laut, Bambang Erawan mengatakan bahwa, Pulau Laut terdiri dari tiga desa yaitu Desa Air Payang, Tanjung Pala dan Kadur.
"Kami di Pulau Laut masih belum merdeka untuk sinyal, air bersih dan juga akses jalan," kata Bambang, Minggu (14/8/2022).
Bambang menjelaskan, untuk jaringan telekomunikasi di Desa Tanjung Pala hingga saat ini masih belum merdeka.
Baca Juga:
Ini Penjelasan Tetangga Kos Wanita yang Diduga Dibunuh Dikamar Kos di Kota Jambi
Warga yang akan menggunakan jaringan telekomunikasi harus datang ke kantor desa. Sebab di sana terdapat wifi yang disediakan Kementerian Kominfo.
Meski begitu, dikarenakan banyaknya pengguna wifi, sinyal pun menjadi lambat.
"Kalau pengguna wifinya banyak, jaringan jadi lelet dan tak bisa digunakan, jadi masyarakat kami di Desa Tanjung Pala belum merdeka sinyal," ujarnya.
Selain itu, provider seperti Telkomsel, Indosat dan provider lainnya hingga saat ini juga belum menjangkau Desa Tanjung Pala.
"Kalau mau nelepon, warga Tanjung Pala terpaksa datang ke Desa Air Payang," jelasnya.
Selain, jaringan telekomunikasi, ternyata masyarakat Pulau Laut juga belum seutuhnya merdeka untuk air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat biasanya menggunakan air PDAM, namun dikarenakan PDAM macet dan hampir dua bulan, masyarakat terpaksa kembali menggunakan sumur.
"Sebenarnya kalau air bersih kami menggunakan air yang disalurkan PDAM, dikarenakan suatu permasalahan air sudah dua bulan tidak disalurkan. Jadi kami kembali pakai air sumur," tuturnya.
Di sisi lain, untuk akses jalan di Pulau Laut juga cukup memprihatinkan. Pasalnya Pulau Laut hingga saat ini belum memiliki jalan lingkar yang bagus.
Jalan yang ada saat ini masih menggunakan semenisasi, dan kebanyakan badan jalan banyak yang rusak.
"Kami berharap di tahun ke-77 kemerdekaan Indonesia ini, sejumlah permasalahan utama itu dapat diatasi. Sehingga kami yang berada di Pulau Terluar NKRI juga dapat merdeka," harap Camat Pulau Laut.
Hal senada juga disampaikan Mardi (34), seorang warga Air Payang di Pulau Laut.
Menurutnya, untuk jaringan telekomunikasi juga sering terjadi gangguan saat cuaca di sekitar Pulau Laut buruk.
"Kalau hujan lebat dan angin kencang, jaringan pasti hilang. Mudah-mudahan di tahun ini permasalahan ini dapat diatasi pemerintah," katanya.[zbr]