WahanaNews-Natuna | Nelayan Natuna mengalami kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Solar dikarenakan adanya kelangkaan pasokan sejak awal tahun ini.
"Dulu kuota kita dihitung per tahun, tahun ini per bulan, sekarang kami lagi didata, seperti apa keputusannya kami belum tau," kata Rudi, Nelayan Teluk Baruk, Sepempang, Bunguran Timur, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (17/6/22).
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Pasokan BBM, LPG hingga Listrik Aman dan Lancar Selama Idulfitri 2025
Ia mengatakan saat ini nelayan mendapatkan kuota tidak sesuai dengan kebutuhan.
"Kalau tahun lalu kita dibolehkan belanja BBM sesuai kebutuhan, tahun ini hanya dijatah empat jerigen sebulan, itu tidak cukup," kata dia.
Ia menjelaskan, untuk kebutuhan nelayan akan Solar sangat beragam tergantung jenis alat tangkap dan waktu nelayan saat melaut.
Baca Juga:
Desa Sidorekso Kudus Percontohan Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM
"Jika kami hanya di jatah empat jerigen, satu jerigen 35 liter itu hanya cukup untuk melaut satu hari saja, sementara rata - rata kita melaut satu minggu," ungkap Rudi.[zbr]