WahanaNews-Kepri | Harga daging segar di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) perlahan merangkak naik.
Hal ini diprediksi akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang berimbas pelarangan masuknya hewan kurban dari Sumatera Selatan dan Lampung.
Baca Juga:
PT BAS Salurkan 7 Sapi dan 5 Kambing Kurban untuk Warga Lingkar Tambang
Satriyo, salah seorang penjual daging segar di Pasar Tiban Centre, Sekupang, Batam mengatakan, saat ini stok daging segar masih aman untuk satu bulan ke depan. Namun, harga jual perlahan naik.
“Kemarin masih Rp 130.000 perkilonya, sekarang sudah menjadi Rp 160.000 perkilonya,” kata Satriyo ditemui di lokasi lapaknya, Jumat (20/5/2022).
Kenaikan ini, sambung dia, dikarenakan stok yang mulai berkurang. Sementara sapi dari luar Kepri terancam tidak bisa masuk.
Baca Juga:
220 Personel Gabungan Amankan Malam Takbiran Idul Adha di Fakfak
Seiring dengan aturan pemerintah terkait pelarangan memasukkan hewan kurban dari Sumatera Selatan dan Lampung akibat penyakit PMK.
“Kami berharap kebijakan ini dapat dikaji ulang. Karena jika tidak, tidak menutup kemungkinan Batam krisis daging segar,” terang Satriyo.
Kembali ia mengatakan, berkurangnya stok juga dipengaruhi akan masuknya perayaan Idul Adha, yang tentunya akan banyak permintaan hewan kurban seperti sapi dan kambing.