WahanaNews-Kepri | Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, Suratman mengatakan, beberapa hari belakangan suhu panas yang mencapai rata-rata 32 derajat Celsius melanda Batam dan wilayah lainya di Kepri disebabkan perubahan cuaca akibat penguapan proses pembentukan awan.
Hal itu katanya, merupakan hal biasa yang terjadi setiap tahun.
Baca Juga:
Sepanjang Libur Lebaran Idulfitri, Pemkab Angkut 8.126 Ton Sampah dari Pulau Harapan
"Suhu di Batam hari ini mencapai 32,5 derajat celsius. Kemarin yang tertinggi 33,5 derajat celsius, " kata Suratman kepada wartawan, melalui saluran telepon selulernya, Selasa (10/5/2022).
Menurut Suratman kondisi seperti ini diperkirakan akan terus berlangsung pertengahan pertengahan Mei. Fenomena alam seperti penguapan yang tinggi. Sehingga menyebabkan pembentukan awal yang berpotensi mendung bahkan hujan.
"Ketika suatu hari panas terik maka menyebabkan penguapan tinggi sehingga menyebabkan pembentukan awan dan udara menjadi panas yang kemudian awan-awan tersebut berpotensi hujan," kata Suratman.
Baca Juga:
Belanja Pakai Uang Palsu, Wanita di Kawasan Kemang Jaksel Diciduk Polisi
Suratman mengatakan, fenomena suhu panas yang terjadi di Kepri tidak ada kaitannya dengan gelombang panas.
Meski begitu dirinya mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan banyak minum air, yaitu 2-2,5 liter per hari.
Sebelumnya BMKG pusat juga telah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kondisi suhu panas yang terjadi pada siang hari hingga pertengahan Mei 2022.