KEPRI.WAHANANEWS.CO, Batam — Tana Group bekerja sama dengan DPD REI Khusus Batam menggelar kegiatan GEMAS (Gerakan Masyarakat Sadar Sampah) di proyek AURUM, Batam. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Tana Group dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
GEMAS melibatkan warga sekitar, relawan, dan berbagai pihak untuk membersihkan sampah di aliran sungai sekitar kawasan proyek. Kegiatan ini difokuskan pada pengurangan penumpukan sampah di saluran air yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.
Baca Juga:
Wujudkan Program Prioritas Wako Wawako, Disbudpar Belajar ke TIM dan DKJ, Matangkan Pembangunan "Taman Budaya Batam"
Aksi bersih lingkungan tersebut dikemas dalam bentuk lomba kebersihan. Peserta dibagi ke dalam beberapa tim untuk mengumpulkan sampah sebanyak mungkin. Sampah yang terkumpul ditimbang, dan tim dengan perolehan terbanyak ditetapkan sebagai pemenang.
Panitia menyiapkan hadiah dengan total nilai jutaan rupiah sebagai bentuk apresiasi. Konsep lomba ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menanamkan pesan bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan secara positif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Direktur Tana Group, Francesca, mengatakan GEMAS merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar kawasan pengembangan.
Baca Juga:
Pasokan Gas Domestik untuk Batam Diperkuat, MARTABAT Prabowo-Gibran: Negara Hadir untuk Industri Nasional
“Melalui GEMAS, kami ingin menunjukkan bahwa Tana Group tidak hanya membangun kawasan, tetapi juga membangun kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini juga mendukung program pemerintah, khususnya BP Batam, dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah. Kami mengajak masyarakat tidak hanya sadar, tetapi terlibat langsung menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Bina Marga Kota Batam menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi kebijakan strategis nasional yang kini berfokus pada pengurangan sampah dari sumbernya.
“Ke depan, pengelolaan sampah tidak hanya sebatas membersihkan dan mengangkut. Tantangan utamanya adalah bagaimana melakukan pengurangan sampah, yang juga menjadi indikator keberhasilan pengelolaan sampah secara nasional,” katanya.