“Natuna Utara itu kan milik kita, iya dong,” tegas Effendi.
Lebih lanjut, Effendi menegaskan bahwa tidak ada suatu perkembangan dari pertahanan dan keamanan meski Indonesia rajin dan setiap tahun menggelar latihan gabungan bersama negara-negara lainnya.
Baca Juga:
Rumah Briptu (Anumerta) Ghalib Dikunjungi Kapolri dan Panglima TNI
“Evaluasinya ada. Tapi tidak ada (tindaklanjut) setelah evaluasi. Kan percuma. Pado wae,” ungkap Effendi.
Politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini lantas menambahkan, dirinya akan mempertanyakan soal pemindahan lokasi pegelaran Latihan Super Garuda Shield tersebut saat RDP dengan Menhan dan Panglima TNI di Komisi I DPR.
“Nanti kita tanyakan saat rapat (di DPR). Kenapa dipindah,” pungkas Effendi.
Baca Juga:
Bazar Murah Bagi Kesejahteraan Prajurit dan PNS TNI
Sebagaimana diketahui, latihan Garuda Shield resmi dibuka pada Rabu (3/8). Latihan milter gabungan yang ke-16 ini diikuti oleh 14 negara.
Latihan gabungan Super Garuda Shield 2022 melibatkan 4.000 tentara dari negara-negara peserta.[zbr]