“Semua harus dikaji matang. Jangan sampai pembangunan justru mengganggu jalur pelayaran atau mata pencaharian nelayan dan penambang pancung. Jika hasil kajiannya baik dan mampu menggerakkan ekonomi wilayah, tentu kita dukung,” ujarnya.
Sementara itu, untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat pesisir, Pemko Batam juga terus memperluas pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau secara bertahap. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan di wilayah Bulang.
Baca Juga:
Batam Siap Hadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pengamanan dan Pangan Dipastikan Terkendali
Pada kesempatan tersebut, Amsakar turut memaparkan capaian kinerja Pemerintah Kota Batam selama sebelas bulan terakhir. Ia menyebutkan sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, hingga realisasi investasi tahun 2024 yang mencapai 115,5 persen dari target.
“Fokus kami adalah menyelesaikan persoalan dasar seperti air bersih, banjir, dan sampah. Jika kebutuhan mendasar ini tertangani dengan baik, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat dan Batam bisa tumbuh lebih maju,” pungkasnya.
[REDAKTUR: FRENGKY]