KEPRI.WAHANANEWS.CO - Dalam rangka meningkatkan Indeks Demokrasi Indonesia Provinsi Kepri, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau Kolaborasi dengan Sekretariat DPRD Provinsi dan BPS Provinsi Kepulauan Riau mengadakan FGD Pengukuran Indeks Demokrasi indonesia Provinsi Kepri.
FGD dilaksanakan pada hari Kamis Tanggal 12 Februari 2026 bertempat di Ruang Rapat Lt.IV Kantor Gubernur Kepulauan Riau yang dibuka secara resmi oleh Pj.Sekretaris Daerah yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Hukum, Bapak Drs.Sardison, M.TP
Baca Juga:
TapNisbar Gelar FGD dan Teken Komitmen Bersama: Usulkan Sejumlah Rekomendasi Strategis
Dalam sambutannya, Sardison menyampaikan bahwa IDI merupakan alat ukur Pembangunan Demokrasi di Indonesia, Nilai IDI Provinsi Kepri yang terus meningkat menggambarkan bahwa walaupun masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau sangat Heterogen namun hidup berdampingan secara rukun dan Demokratis, hal ini memberi kepastian dan kenyaman investor untuk berInvestasi di provinsi Kepri dan akan meningkatkan Pertumbuhan ekonomi di provinsi Kepulauan Riau.
Penyusunan IDI dilaksanakan berdasarkan fact-based information(informasi berdasarkan fakta) karena data yang digunakan adalah data empiris sehingga semua data yang diambil dapat diobservasi. Di sisi metodologis, dalam menyusun dan mengumpulkan serta membahas data IDI, melibatkan elemen Non Pemerintah seperti para peneliti, Lembaga Organisasi baik Partai Politik maupun Lembaga Organisasi Masyarakat, para akademisi, perguruan tinggi, berita pers baik offline maupun online dan dari kalangan lainnya. Pengumpulan data IDI dari hulu sampai hilir yang melibatkan elemen diluar Pemerintah ini, menghasilkan desain metodologi yang fair, ilmiah, dan komprehensif dan sangat bisa dipertanggungjawabkan.
Metode pengumpulan Data IDI terdiri atas 2 (dua) metode diantaranya:
1. Metode Kuantitatif, Yaitu pengumpulan data IDI melalui bentuk dokumen maupun review surat kabar baik surat kabar offline dengan oplah terbesar maupun surat kabar online.
2. Metode Kualitatif, Yaitu pengumpulan Data IDI melalui data lapangan/wawancara, melalui rapat dan melalui Focus Group Discussion.
Untuk kita ketahui bersama, bahwa skor IDI Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2023 berada pada skor 77,66 dengan kategori sedang dan peringkat ke 16 secara nasional, sedangkan pada Tahun 2024, skor IDI Provinsi Kepri alhamdulilah mengalami sedikit kenaikan yaitu pada angka 80,83, naik level kategori Tinggidengan peringkat ke 13 secara nasional meningkat 3 peringkat dari IDI Tahun 2023, lanjut Sardison
Sementara itu dalam laporannya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau, Drs.Muhamad Iksan, M.Si melaporkan bahwa Kegiatan Focus Group Discussion(FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tahun 2025 Tingkat Provinsi Kepulauan Riau ini adalah pemaparan data yang diperoleh oleh Tim Enumertor IDI Provinsi Kepri untuk setiap indikator penilaian dan didiskusikan bersama atau tanya jawab interaktif dari peserta. Maksud dan tujuan dilaksanakannya pengumpulan data IDI adalah untuk mendapatkan informasi tentang pendapat dan penilaian partisipan (verifikasi, konfirmasi, diskonfirmasi) atas data-data kuantitatif berkaitan dengan indikator-indikator IDI yang telah berhasil dikumpulkan oleh Tim Enumerator dari BPS Provinsi Kepri melalui review media dan dokumen, melakukan eksplorasi atas kasus-kasus yang memiliki tingkat relevansi tinggi terhadap indikator IDI, menggali informasi (data kualitatif) berkaitan dengan indikator-indikator IDI yang belum didapatkan melalui review media dan dokumen. Adapun Peserta FGD terdiri dari Stakeholder/Kelompok Masyarakat IDI Prov. Kepri berjumlah 40 orang antara lain OPD terkait Prov. Kepri, Instansi Vertikal, Pengurus Parpol yg mendapatkan kursi di DPRD Prov. Kepri, Akademisi & BEM, Media Massa/Pers, Organisasi Masyarakat/Forum
Baca Juga:
Pemkab Tanah Bumbu Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui Strategi Inovatif Optimalisasi
Rangkaian kegiatan di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Sholawat Busyro, Pembacaan Do'a, Laporan pelaksanaan kegiatan oleh Kaban Kesbangpol Prov. Kepri Bpk. Drs. Muhamad Iksan, M.Si, Sambutan dan Pembukaan Acara secara resmi oleh : Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Bpk. Drs. H. Sardison, M.TP
Paparan Gambaran Umum FGD IDI yang disampaikan oleh Kabag Umum BPS Prov. Kepri Bapak Doni Cahyo Wibowo dilanjutkan dengan Paparan Teknis Materi FGD IDI oleh Statistisi Ahli Madya BPS Prov. Kepri Ibu Dian Kartika Sari dan Diskusi FGD IDI. Selesai Diskusi Penutupan oleh Statistisi Ahli Madya BPS Prov. Kepri Ibu Dian Kartika Sari.
[REDAKTUR: FRENGKY]