Idar menuturkan, bila cuaca ekstrem seperti musim utara tiba, memang para nelayan kelong apung biasanya tidak melaut lantaran angin dan ombak yang cukup besar.
"Kalau seperti ini sudah biasa tiap tahunnya. Biasanya kalau tidak akhir tahun, ya awal tahun seperti ini kita tak bisa ke laut," tuturnya.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Tuntaskan Misi Recovery Kelistrikan Aceh, 90 Personel Berhasil Pulihkan Ratusan Aset dan 441 Pelanggan
Biasanya Idar menangkap ikan bilis dan sotong.
"Saat melaut biasanya pergi sore dan pulang pada pagi harinya," ucapnya.
Untuk penghasilan yang didapat sekali pergi melaut, Idar mengaku tak pasti.
Baca Juga:
Perkuat Keamanan Digital, Pemkab Karo Jalin Kerja Sama Sertifikat Elektronik dengan BSSN RI,Layanan Administrasi Lebih Cepat
Pasalnya tergantung hasil tangkapan. Jika tangkapan ikan bilis dan sotong banyak, ia bisa meraup rezeki mulai Rp 2-Rp 4 juta.
Namun terkadang ia tak mendapat hasil tangkapan sama sekali, atau kadang ada, tapi penghasilan pas-pasan. Tidak sesuai dengan biaya operasional ke laut.
"Jadi intinya nelayan ini hanya tergantung rezeki. Banyak tangkapan ada pendapatan. Kalau tidak ada tangkapan, ya tidak ada sama sekali pendapatan," ungkapnya.