"Kalau di bulan Maret ada 15 hutan dan lahan terbakar, kemudian 1 rumah dengan kerugian sekira Rp 80 juta," ungkapnya.
Panyodi menambahkan, di bulan selanjutnya rata-rata luasan hutan dan lahan yang terbakar berkisar 1 hingga 4 hektare setiap bulannya.
Baca Juga:
Mahasiswi Bali Jadi Korban Kecelakaan di AS, Biaya Pemulangan Jenazah Capai Rp180 Juta
Kebakaran hutan dan lahan di tahun 2021 terjadi dari Januari-Mei, lalu Juli hingga Oktober dan Desember.
"Di bulan Juni, Agustus dan November tidak ada kejadian hutan dan lahan terbakar," ungkapnya.
Panyodi tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan jika hendak membuka lahan.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
"Mari kita jaga alam dan lingkungan, demi kebaikan kita bersama,"tutupnya. [rda]