WahanaNews-Natuna | Jadi rebutan banyak negara terutama Asia, Laut Natuna masih menjadi sengketa kepemilikannya .
Kaya akan sumber daya alam, Laut Natuna memiliki daya pikat yang kuat, bahkan sampai buat China ngotot mengibarkan hak kepemilikan.
Baca Juga:
BPK Perwakilan Sumut Terima LKPD Unaudited TA 2025 dari Pemkab Karo Tepat Waktu Sesuai Amanat Undang-Undang
Ambisi China mengklaim Laut Natuna tak berhenti, meski hukum international sudah ditentukan.
China ngotot mengklaim Nine Dash Line kirimkan satuan tentaranya menjaga, mengawasi wilayah Natuna.
Namun, bukan keberhasilan yang diterima malah hal yang tidak diharapkan menimpa para tentara Beijing itu.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
Dikabarkan jika banyak tentara China yang akhirnya harus menghadapi gangguan jiwa, mentalnya kena saat menjaga Laut Natuna.
Tak seperti TNI AL Indonesia yang biasa digembleng untuk bertahan menjaga laut NKRI termasuk Natuna Utara, tentara China justru tak kuat mentalnya.
Dikabarkan Defence Security Asia, tentara China mengalami gangguan mental karena ditugaskan di Laut China Selatan yang berbatasan dengan Natuna Utara.