Sedangkan 12 kubah lainnya yang berada di undakan bawahnya, merepresentasikan jumlah kelahiran nabi besar Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiulawal.
Pemandangan luar masjid juga dilengkapi dengan empat menara di keempat sisinya dengan ketinggian 17 meter yang dimaknai dengan jumlah rakaat salat lima waktu dalam sehari.
Baca Juga:
Pola Migrasi Jabodetabek Berubah, Urbanisasi Pasca Lebaran Idulfitri 2026 Menurun
Adapun empat menara itu disimbolkan sebagai makna empat sahabat Rasulullah SAW atau Khulafaur Rasyidin.
Pada puncak menara terdapat sebuah kubah mungil seperti tipe masjid seribu menara di negara Timur Tengah.
Sekilas, memang menara Masjid Agung Natuna mengadopsi desain dari Masjid Nabawi di Tanah Suci Makkah.
Baca Juga:
PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Polda Sulsel untuk Dukung Proyek Strategis Nasional
Apabila menilik lebih dalam, masjid ini memiliki 20 buah pintu berukuran 4 x 3 meter yang menghadap ke berbagai penjuru arah.
Terdapat tiga pintu utama yang menghadap ke timur. Selanjutnya, 17 pintu lainnya didesain dengan motif relief seni khas Islam dalam bentuk tralis di tengah daun pintunya.
Di dalam masjid juga menyajikan 'aksesoris' tiang penyangga utama kubah setinggi 17 meter dengan garis tengah 1 meter, dibubuhi ornamen lempengan tembaga dan perak yang diukir mengelilingi tiang.