WahanaNews-Kepri | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri melakukan intensifikasi pengawasan pangan salah satunya pengawasan terhadap makanan takjil selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Sementara ini BPOM Kepri sudah melakukan pengawasan di dua titik di Batam. Pertama di Kawasan Ruko Mega Legenda Batam Center pada Kamis (7/4/2022) lalu. Lalu kedua di Komplek Bumi Indah, Nagoya Batam, pada Jumat (8/4/2022).
Baca Juga:
Pemkab Karo Lepas Peserta Kontingen Karo ke Jamnas XII di Cibubur Jakarta,Salah Satu Siswa SMPN 1 Naman Teran Ikut Serta
"Kita sudah melakukan pengawasan di 2 titik di Kota Batam," kata Kepala BPOM Kepri, Bagus Heri Purnomo, Jumat.
Ia mengatakan, di Kawasan Mega Legenda ada 27 sampel makanan dan minuman yang langsung diuji di tempat. Hasilnya tidak ditemukan bahan berbahaya.
Pantauan wartawan di Kawasan Komplek Bumi Indah Nagoya, BPOM mengambil 31 sampel makanan dan minuman. Seperti es doger, kue lapis, gorengan, batagor, siomay, kue basah dan lain sebagainya.
Baca Juga:
Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN 2026, Jakarta dan Bandung Siapkan Venue
Saat pengambilan sampel ini, BPOM juga mendata para pedagang takjil sekaligus meminta nomor handphone atau Whatshapp para pedagang yang diambil sampel makanan dan minumannya.
Hal ini dilakukan apabila makanan dan minumannya mengandung bahan berbahaya, akan disampaikan melalui sms ataupun Whatshapp.
"Kita juga akan minta keterangan apabila makanan dan minumannya mengandung bahan berbahaya. Dari mana produk tersebut didapat. Apalagi pedagang di sini rata-rata tidak buat sendiri. Ada yang titipan, ada yang diolah sendiri, misalnya pasti belanja di pasar. Dari keterangan pedagang kita telusuri darimana sumber produk itu," paparnya.