“Kalau ekosistemnya tertata, Batam bisa menjadi pusat manufaktur teknologi yang berdaya saing global, sejajar dengan kota-kota industri besar di Asia,” ungkapnya.
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa keberadaan Apple akan memperkuat peran Batam sebagai hub ekonomi di jalur strategis perdagangan internasional.
Baca Juga:
Di Tengah Ketidakpastian Global, Prabowo ke Jepang Bidik Investasi & Ekonomi
“Posisi Batam yang dekat dengan Singapura dan berada di jalur pelayaran internasional memberi nilai tambah. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita memaksimalkan peluang ini untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujarnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengungkapkan bahwa tahap pertama pembangunan pabrik AirTag akan segera dimulai tahun ini, dengan tahap kedua masih dalam perencanaan.
Ia memastikan progres proyek berjalan positif meski sempat tertahan akibat kebijakan tarif impor era Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga:
DIPA 2026 Otorita Resmi Turun, MARTABAT Prabowo-Gibran Imbau Investor Investasi di Ibukota Nusantara
BP Batam optimistis kehadiran Apple akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya industri berbasis teknologi tinggi, serta membuka peluang bagi pelaku usaha lokal dalam rantai suplai teknologi global.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]