Menurut Ansar, Kepulauan Riau merupakan provinsi yang sangat heterogen, dengan seluruh suku, budaya, adat, dan agama hidup berdampingan secara rukun dan damai.
“Kita bersyukur masyarakat Kepri bisa hidup rukun, dengan moderasi dan toleransi beragama yang baik. Selama tiga tahun berturut-turut, pemerintah pusat menempatkan Kepri sebagai salah satu dari lima besar provinsi dengan tingkat moderasi dan toleransi beragama terbaik. Ini adalah modal penting bagi kita untuk terus membangun daerah,” jelasnya.
Baca Juga:
Open House Idul Fitri Hari ke-2, Gubernur Ansar Sambut Hangat Warga Kepri di Gedung Daerah
Gubernur Ansar juga memaparkan bahwa dari total sekitar 2,18 juta penduduk yang tersebar di 394 pulau berpenghuni dari 2.028 pulau di Kepri, komposisi masyarakat terdiri dari berbagai suku, antara lain Melayu sekitar 29,97 persen, Jawa 22,7 persen, Batak 12,43 persen, Minang 9,71 persen, serta Tionghoa sekitar 7,7 persen, dengan sisanya merupakan suku lainnya seperti Sunda, Bugis, dan berbagai latar belakang etnis lainnya.
“Boleh berbeda suku, berbeda agama, berbeda budaya, tetapi kita dipayungi oleh Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda namun tetap satu. Inilah kekuatan Kepulauan Riau,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PSMTI Tanjungpinang-Bintan Djony Janto dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Tahun Kuda Api membawa keberuntungan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga:
Pastikan Pelayanan Transportasi Optimal, Wagub Nyanyang Sidak Pelabuhan dan Bandara di Batam
“Semoga semua beruntung di Tahun Kuda Api dan kerukunan senantiasa membawa kemajuan bagi masyarakat serta negara Indonesia,” ujarnya.
Perayaan Malam Penyambutan Imlek Kuda Api 2577/2026 berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni budaya yang mencerminkan keberagaman etnis di Kepulauan Riau, sekaligus menjadi simbol kuatnya persatuan dan keharmonisan di Bumi Segantang Lada.
[REDAKTUR: FRENGKY]