Pembangunan dermaga apung HDPE ini juga berdampak pada capaian makro daerah. Rasio konektivitas Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2024 tercatat sebesar 0,59 poin dan meningkat menjadi 0,70 poin pada tahun 2025, atau naik sebesar 0,11 poin. Peningkatan ini mencerminkan semakin terbukanya akses antarwilayah, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.
Gubernur Ansar menegaskan bahwa pembangunan dermaga apung merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kepri dalam menjawab tantangan geografis daerah kepulauan.
Baca Juga:
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Tetap Berikan Insentif PKB dan BBNKB di 2026
“Kepri adalah provinsi maritim. Maka konektivitas laut menjadi urat nadi pembangunan kita. Dermaga apung HDPE ini adalah solusi yang adaptif, efisien, dan tepat untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,” ujar Ansar.
Ia juga menambahkan bahwa infrastruktur ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi tentang membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan akses yang semakin baik, aktivitas perikanan, perdagangan, hingga pariwisata akan semakin bergerak. Kita ingin masyarakat Lingga merasakan langsung manfaat pembangunan ini,” tegasnya.
Baca Juga:
Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik, Gubernur Ansar Rotasi dan Promosi Pejabat Pemprov Kepri
Mengakhiri pernyataannya, Gubernur Ansar berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten terus diperkuat.
“Pembangunan di Kepri harus merata dan berkeadilan. Kita akan terus hadir membangun hingga ke pulau-pulau terluar, agar tidak ada wilayah yang tertinggal,” tutup Ansar.
Peresmian Dermaga Apung HDPE Pelabuhan Jagoh ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam membangun infrastruktur yang modern, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat kepulauan, sekaligus memperkuat fondasi Kepri sebagai provinsi maritim yang maju dan terkoneksi.