"Harusnya sih jalan, kita dorong terus. (Apalagi) kita kasih (harga) gas untuk listrik kan tak mahal-mahal. Eksekusinya aja nanti tolong tanya PLN sampai sejauh mana tuh ada 1,6 GW yang kita programkan 3 tahun lalu belum jalan," ujar Arifin.
Arifin menambahkan, selain dedieselisasi pada 1,6 GW PLTD, Kementerian ESDM juga mendorong pelaksanaan dedieselisasi untuk 2.200 unit pembangkit kecil untuk masuk dalam program ini.
Baca Juga:
PLN Electricity Services Turunkan 30 Ribu Lebih Petugas Selama Idul Adha 1447 H
Pada Desember 2023 lalu, PLN menjalin kerjasama dengan tiga perusahaan energi yaitu ib vogt GmbH asal Jerman, PT Indika Energy Utama Tbk (INDY) dan Infraco Asia Development Pte., Ltd.
Dalam kesepakatan, program ini akan dibagi ke dalam dua klaster, yaitu kolaborasi PLN Nusantara Power dan ib vogt GmbH dalam mendorong dedieselisasi di klaster pertama yang meliputi wilayah Indonesia bagian Barat.
Sedangkan, kolaborasi PLN Indonesia Power, PT Indika Energy Utama Tbk dan Infraco Asia Development Pte.,Ltd. bersama-sama akan mendorong dedieselisasi di klaster kedua yang meliputi wilayah Indonesia bagian Timur.
Baca Juga:
Idul Adha 1447 H, PLN Electricity Services Grup Potong 57 Hewan Kurban Salurkan 5.450 Paket Daging
Terakhir, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengemukakan, saat ini PLN memiliki kurang lebih 5.200 PLTD yang tersebar di sekitar 2.100 lokasi. Dengan dedieselisasi, pihaknya berharap biaya dan emisi karbon yang besar dari operasional PLTD akan bisa ditekan maksimal.
[Redaktur: Mega Puspita]