WahanaNews-Bintan | Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) membentuk tim khusus untuk menginvestigasi pihak-pihak yang bertanggung jawab memberangkatkan pekerja migran dengan cara ilegal dan mengungkap dalang dari kasus tenggelamnya kapal pengangkut pekerja migran yang menewaskan banyak korban di perairan Johor Selatan, Malaysia.
Keterlibatan para oknum aparat dalam pengiriman TKI ilegal pun mencuat setelah BP2MI melakukan investigasi.
Baca Juga:
Penguatan Kebersihan, Bupati Karo Tempatkan Petugas Kebersihan di Objek Wisata
Informasi yang beredar di lapangan, ada beberapa oknum dari kepolisian Polres Bintan yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt yang dikonfirmasi menyampaikan, saat ini Polda Kepri sedang menelusuri kabar tersebut.
"Sedang didalami," katanya, Rabu (12/1/2022).
Baca Juga:
KOSM KKMTs se-Kabupaten Sumedang Tahun 2026 Resmi Dibuka
Harry belum bisa menjelaskan lebih rinci mengenai kabar keterlibatan oknum anggota Polres Bintan dalam kasus itu.
Diketahui, pemerintah memang memberi perhatian serius pasca terjadinya kasus yang menewaskan banyak korban di perairan Johor Baru Malaysia, beberapa waktu lalu.
Terlebih lagi, BP2MI langsung melakukan investigasi dan mengungkapkan fakta adanya keterlibatan para oknum aparat dalam bisnis tersebut.