Menurutnya, umur kehamilan seperti itu agak susah diatasi atau harapan hidup si bayi rendah.
Kedua, ia mengakui inkubator di Puskesmas Midai memang tidak ada. Namun sesuai dengan hasil pelatihan yang didapatkan bidan di sana, jika tidak ada inkubator maka ditutup dengan plastik, diberi lampu agar tetap hangat dan dipasang oksigen.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"Semua langkah ini sudah dilakukan oleh petugas kesehatan di sana. Kalau dilihat di foto-foto yang beredar itu, kita dapat lihat terdapat selang oksigen," jelasnya.
Dengan demikian, ia memastikan penanganan yang diberikan oleh petugas di lapangan sudah benar dan sesuai dengan prosedur yang ada.
"Jadi tidak benar bahwa bayi jadi kesulitan bernapas karena dibungkus plastik," tegasnya.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Terkait penyempurnaan fasilitas dan sarana kesehatan di Puskesmas Midai, Hikmat mengaku akan berupaya melengkapinya.
Khusus inkubator, ia mengaku akan melakukan pengecekan inkubator di setiap Puskesmas lain yang ada di Natuna.
"Jadi kalau ada inkubator yang lebih dari satu di Puskesmas yang lain, satunya akan kami distribusikan ke Puskesmas Midai agar tidak kosong di sana sebelum kami bisa melakukan pengadaan. Tapi mudah-mudahan kami secepatnya dapat memenuhi keperluan inkubator di setiap puskesmas di Natuna," pungkasnya. [rda]