Dijelaskan Wagub, momen Imlek bukan hanya sekadar perayaan budaya masyarakat Tionghoa semata. Lebih dari itu, ini juga menjadi simbol kuat toleransi dan keberagaman yang selalu dapat terjaga dengan baik di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Sebagaimana diketahui bersama, Kepri merupakan wilayah yang unik sekaligus strategis yang dihuni beragam agama, suku, ras, dan budaya. Dengan keberagaman tersebut, Provinsi Kepri dijuluki sebagai “Miniatur Indonesia”.
Baca Juga:
Open House Idul Fitri Hari ke-2, Gubernur Ansar Sambut Hangat Warga Kepri di Gedung Daerah
Sehingga peribahasa “Di mana Bumi Dipijak, di Situ Langit Dijunjung” menjadi pedoman bagi siapa saja yang menetap di sini. Upaya dalam memelihara nilai-nilai toleransi ini pun telah menghasilkan capaian pembangunan yang semakin positif, pungkasnya.
[REDAKTUR: FRENGKY]