Dijelaskan Wagub, momen Imlek bukan hanya sekadar perayaan budaya masyarakat Tionghoa semata. Lebih dari itu, ini juga menjadi simbol kuat toleransi dan keberagaman yang selalu dapat terjaga dengan baik di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Sebagaimana diketahui bersama, Kepri merupakan wilayah yang unik sekaligus strategis yang dihuni beragam agama, suku, ras, dan budaya. Dengan keberagaman tersebut, Provinsi Kepri dijuluki sebagai “Miniatur Indonesia”.
Baca Juga:
Pemprov Kepri Gelar Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026, Hadirkan Ratusan UMKM serta Layanan Publik Terpadu
Sehingga peribahasa “Di mana Bumi Dipijak, di Situ Langit Dijunjung” menjadi pedoman bagi siapa saja yang menetap di sini. Upaya dalam memelihara nilai-nilai toleransi ini pun telah menghasilkan capaian pembangunan yang semakin positif, pungkasnya.
[REDAKTUR: FRENGKY]