WahanaNews-Kepri | Lima nelayan Indonesia yakni Jumadi, Mazli, Buhari, Arifin, dan Ridwan yang merupakan warga Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, terdampar di Negeri Terengganu, Malaysia bulan lalu, akhirnya dapat dipulangkan pada Jumat (1/4/2022).
KBRI Kuala Lumpur dalam pernyataan persnya, Minggu (3/4/2022) mengungkapkan, awalnya para nelayan pergi menangkap ikan di laut pada 8 Maret 2022.
Baca Juga:
Mahkamah Konstitusi Terima 206 Permohonan Sengketa Pilkada Kabupaten hingga Provinsi
Nahas, cuaca buruk membuat mesin perahu rusak dan karam, meninggalkan kelima nelayan terombang-ambing selama satu malam, hanya berpegangan pada galon air untuk mengambang di lautan.
"Mereka sempat menemukan anjungan minyak lepas pantai yang sudah tidak beroperasi, mengambil sisa-sisa makanan yang ada disitu dan bernaung, sebelum diselamatkan oleh kapal berbendera Vietnam dan dibawa ke anjungan minyak lain milik Petronas Malaysia," ungkap KBRI.
Para nelayan akhirnya ditampung sementara hingga akhirnya dibawa ke Negeri Terengganu untuk diserahkan kepada Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) setempat.
Baca Juga:
ASDP Gandeng Bank Indonesia Perkuat Distribusi Uang Rupiah hingga ke Pelosok Negeri
Sesuai prosedur, pihak APMM melakukan pemeriksaan terhadap kelima nelayan, untuk memastikan mereka tidak dengan sengaja melanggar batas negara dan melakukan IUU Fishing di wilayah Malaysia.
Pada akhirnya, kelima nelayan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan akibat kejadian force majeure yang menimpa mereka.
Dengan menghormati hukum dan peraturan yang dilaksanakan oleh otoritas Malaysia, KBRI Kuala Lumpur terus menjalankan prinsip pelindungan WNI dalam mengawal nasib kelima nelayan tersebut.