WahanaNews-Natuna | Dua alat canggih untuk mendeteksi keberadaan korban air dan objek lainnya dimiliki Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna Basarnas.
Sejumlah alat tersebut mempermudah proses evakuasi di laut lebih mudah dan cepat.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Alat tersebut diketahui bernama Aqua Eye dan sonar dan telah diuji coba oleh Tim Recue KPP Basarnas Natuna di perairan Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, pada kedalaman 5 meter.
Kepala KKP Natuna, Mexianimus Bekabel menyebutkan, dengan alat tersebut kerja tim Resque Basarnas menjadi lebih mudah dan Tim Sar juga bisa mengetahui kondisi korban
Ia menjelaskan bahwa, alat bantu pendeteksi korban bernama Aqua Eye ini merupakan alat bantu khusus yang digunakan saat insiden di perairan, seperti danau, sungai maupun laut.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Alat tersebut mampu mendeteksi korban yang berada di kedalaman 10 meter dengan radius 50 meter.
Kedua alat ini digunakan secara portable, atau dibawa langsung oleh Tim SAR saat melakukan operasi SAR.
"Untuk alat sonar itu memiliki tanda di layar, jika layar mengeluar tanda x menunjukan keberadaan korban kemungkinan masih hidup, sementara jika menguarkan tanda O, ada kemungkinan korban sudah meninggal," kata Mexi, Senin (18/4/2022)