Kedua alat itu merupakan bantuan dari Basarnas Pusat. Selain 2 alat canggih, saat ini KPP Natuna juga telah memiliki mesin tempel Water Jet dan Rescue Net.
Untuk Mesin Tempel Water telah terpasang di Rubber Boat dan Rescue Net dan Mesin tempel Water Jet merupakan mesin yang memiliki tenaga lebih besar dari mesin-mesin tempel pada umumnya.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Sementara Recue Net merupakan alat jaring yang dipasang oleh tim SAR di sungai yang memiliki arus, sehingga korban dapat tersangkut pada Net atau jaring untuk mempermudah dalam pencarian korban yang hanyut.
"Alat-alat canggih bantuan dari Basarnas Pusat ini sangat membantu sebagai penunjang kami saat pelaksanaan operasi SAR," pungkasnya.
Kecelakaan Laut Masih Dominan
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Sepanjang tahun 2021, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Natuna berhasil menyelamatkan 113 orang korban.
Korban selamat berasal dari 18 kecelakaan yang selesai ditangani KPP Natuna.
"18 kecelakaan itu merupakan kejadian kecelakaan kapal, kejadian kondisi membahayakan manusia, dan kejadian bencana alam," kata Kepala KPP Basarnas Natuna Mexianus Bekabel di Kantor KPP Natuna, Jalan H Adam Malik, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Rabu (5/1/2022).