WahanaNews-Natuna | Kondisi jembatan kayu sungai Setungkuk yang berada di Desa Sedanau Timur, Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna sangat memprihatinkan.
Jembatan kayu sepanjang 800 meter itu merupakan satu-satunya akses penghubung antara Kampung Sebauk dan Kampung Setungkuk di Desa Sedanau Timur.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Selain rapuh dan berlubang, jembatan kayu tersebut juga terasa goyang jika dilewati, sehingga memerlukan perbaikan demi keamanan dan masyarakat yang melintas.
Dengan kondisi jembatan yang kayu-kayunya banyak lapuk itu, tak jarang memakan korban akibat warga setempat terjatuh dari jembatan.
Ketua RT 07 Setungkuk Sartono (42) mengatakan, jembatan kayu yang sudah berumur 20 tahun itu sudah rusak parah sejak tahun 2019 silam dan merupakan satu-satunya akses bagi warga dalam beraktivitas sehari-hari.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Ada sekitar 70 jiwa warga Setungkuk yang menggantungkan kehidupan dengan jembatan kayu rapuh itu, mulai dari anak-anak sekolah dan warga lainnya.
Jembatan Setungkuk juga sebagai akses ekonomi warga untuk menjual hasil karet, kelapa, cengkeh serta batu.
Meski berbahaya dan mengancam keselamatan, Sartono mengaku bahwa, dirinya bersama warga tetap menggunakan jembatan kayu tersebut untuk menyeberang ke kampung sebelah, karena tidak ada pilihan jalan lain.