Sepanjang tahun 2025, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau tumbuh 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Capaian tersebut menghasilkan devisa pariwisata sebesar 18,27 miliar dolar AS. Ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata kita sedang berada pada momentum pemulihan yang sangat baik pascapandemi,” jelas Widiyanti.
Baca Juga:
Pastikan Pelayanan Transportasi Optimal, Wagub Nyanyang Sidak Pelabuhan dan Bandara di Batam
Ia menambahkan wisatawan dari kawasan Eropa, Timur Tengah dan Amerika menyumbang lebih dari 3,3 juta kunjungan pada 2025.
Meski hanya sekitar 21,7 persen dari total wisatawan mancanegara, kontribusi devisa dari kawasan tersebut mencapai 34,7 persen.
Kementerian Pariwisata memperkirakan eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi sekitar 4.700 hingga 5.500 kunjungan wisatawan mancanegara per hari.
Baca Juga:
Tinjau Pertamina Patra Niaga dan Pertamina Gas di Kabil, Wagub Nyanyang: Pastikan Distribusi Energi Aman
Dampak ekonomi yang mungkin terjadi diperkirakan berkisar antara Rp157,9 miliar hingga Rp184,8 miliar per hari.
“Dampak tersebut tidak hanya dirasakan pada tingkat nasional, tetapi juga berpotensi memengaruhi berbagai sektor turunan pariwisata seperti akomodasi, restoran, transportasi wisata hingga pelaku UMKM di destinasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah terus mewaspadai dampak konflik geopolitik terhadap industri pariwisata nasional.