Menurutnya, perang antara Iran, Amerika Serikat dan Israel berpotensi menekan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
“Pemerintah memproyeksikan potensi kehilangan sekitar 5.500 wisatawan mancanegara per hari dengan potensi kehilangan devisa mencapai Rp184,8 miliar per hari jika situasi ini tidak dimitigasi dengan baik,” ujar Airlangga.
Baca Juga:
Pastikan Pelayanan Transportasi Optimal, Wagub Nyanyang Sidak Pelabuhan dan Bandara di Batam
Ia mengatakan sektor pariwisata selama ini menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional.
Sepanjang tahun 2025 kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional mencapai Rp945,7 triliun atau sekitar 3,97 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Selain itu, sektor ini juga menghasilkan devisa sebesar 18,91 miliar dolar AS dan menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 25,91 juta tenaga kerja.
Baca Juga:
Tinjau Pertamina Patra Niaga dan Pertamina Gas di Kabil, Wagub Nyanyang: Pastikan Distribusi Energi Aman
Namun demikian, situasi geopolitik global mulai memberikan tekanan terhadap konektivitas penerbangan internasional.
Berdasarkan laporan pengelola bandara hingga 10 Maret 2026, terdapat gangguan pada sembilan rute internasional yang berdampak pada mobilitas sekitar 47.000 penumpang.
“Situasi ini semakin kompleks dengan meningkatnya harga avtur yang turut menekan biaya operasional penerbangan,” jelas Airlangga.