Pertumbuhan Ekonomi di Atas Rata-rata
Secara cumulative to cumulative (C-to-C) pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri di tahun pertama kepemimpinan Ansar-Nyanyang tumbuh sebesar 6,94 persen, dengan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp224,51 triliun, naik sebesar Rp209,94 triliun dibanding 2024.
Baca Juga:
Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik, Gubernur Ansar Rotasi dan Promosi Pejabat Pemprov Kepri
Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 ini menjadikan Kepulauan Riau sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan menduduki peringkat ketiga nasional.
Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 6,94% ini menguat dari pertumbuhan tahun 2024 (5,02%), melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera (4,81%) dan nasional (5,11%).
Pertumbuhan ekonomi Kepri ini antara lain ditopang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, pertumbuhan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN), ermasuk pula adanya peningkatan aktivitas konstruksi, produksi minyak bumi dan gas alam, serta peningkatan aktivitas transportasi dan perdagangan luar negeri (ekspor).
Baca Juga:
Gubernur Ansar Hadiri Malam Penyambutan Imlek Kuda Api 2577/2026 Bersama Ribuan Warga di Kota Tua Tanjungpinang
Kinerja ekonomi ini mencerminkan daya tahan dan optimisme Kepri, terutama didukung oleh sektor manufaktur yang kembali tumbuh tinggi meski di tengah tantangan global.
"Capaian pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 6,94 persen ini berkat adanya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan berbagai pihak terkait," terang Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura.
Realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Kepri 2025 meningkat dibanding 2024, masing-masing tumbuh sebesar 16,62 persen dan 112,04 persen.