Dalam infrastruktur konektivitas, progres pembangunan Jembatan Batam-Bintan menunjukkan kemajuan signifikan. Detail Engineering Design (DED) jembatan ini ditargetkan rampung akhir 2025, dengan panjang total mencapai 7,6 kilometer yang menghubungkan Pulau Batam, Tanjungsauh, Buau, dan Bintan.
Survei dan desain awal telah selesai, dengan dukungan pemerintah sebesar Rp4,23 triliun untuk konstruksi. Pembangunan ini diharapkan memperkuat ekonomi regional, meski terkendala regulasi antarwilayah yang memerlukan harmonisasi kebijakan.
Baca Juga:
Open House Idul Fitri Hari ke-2, Gubernur Ansar Sambut Hangat Warga Kepri di Gedung Daerah
Bidang Kesehatan
Dalam bidang kesehatan, peningkatan layanan dilakukan melalui penguatan layanan RSJKO serta rencana renovasi rumah sakit milik Pemprov Kepri. Yang terbaru, tujuh gedung layanan baru di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud (RSJKO EHD) Provinsi Kepulauan Riau di Tanjunguban, Kabupaten Bintan, diresmikan Jumat (13/2/2026).
Ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional penguatan layanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat. Seluruh pembangunan tujuh gedung baru ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2025 senilai Rp54,39 miliar, dengan realisasi fisik dan keuangan mencapai 100 persen.
Baca Juga:
Pastikan Pelayanan Transportasi Optimal, Wagub Nyanyang Sidak Pelabuhan dan Bandara di Batam
Sebagai bagian dari komitmen kesehatan masyarakat, Pemprov Kepri menyediakan Program Rumah Singgah di Batam dan Jakarta untuk memfasilitasi pasien rujukan berobat secara gratis. Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua di Jakarta, yang diresmikan pada Mei 2023, sering penuh dihuni pasien, terutama dari Kota Batam. Fasilitas ini menyediakan layanan seperti hotel, termasuk perabotan lengkap, dan dapat diajukan secara online.
Program ini telah membantu ribuan masyarakat Kepri yang tidak memiliki tempat tinggal di kota besar, dengan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan aksesibilitas.
Bantuan Iuran BPJS untuk Kelompok Rentan