Peningkatan kunjungan wisatawan ke Kepri tidak hanya menjadi penanda peningkatan daya tarik destinasi, namun tak kalah penting berdampak positif terhadap peningkatan PDRB, pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan pekerjaan, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Secara kumulatif (C-to-C), kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri sepanjang 2025 menembus angka 2,027 juta orang, meningkat 22,59 persen dibanding 2024. Demikian pula wisatawan nusantara yang mengalami peningkatan sebesar 22,99 persen, dengan total pengeluaran wisatawan di tahun 2025 di Kepri mencapai Rp22 triliun.
Baca Juga:
Open House Idul Fitri Hari ke-2, Gubernur Ansar Sambut Hangat Warga Kepri di Gedung Daerah
Yang tidak kalah membanggakan, nilai ekspor Provinsi Kepri mengalami kenaikan sebesar 17,37 persen atau meningkat sebesar 231,74 juta USD dibanding 2024.
Indeks Pembangunan Manusia: Tembus Kategori “Sangat Tinggi”
Selama periode 2021–2025, IPM Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan tren meningkat secara konsisten dan berada di atas rata-rata nasional. Pada tahun 2025, IPM Kepri mencapai 80,53, meningkat 0,64 poin (0,80%) dibandingkan tahun 2024. Capaian ini sekaligus menandai graduasi dari kategori “Tinggi” menjadi “Sangat Tinggi.”
Baca Juga:
Pastikan Pelayanan Transportasi Optimal, Wagub Nyanyang Sidak Pelabuhan dan Bandara di Batam
Secara nasional, Kepri berada di atas angka IPM nasional, peringkat ketiga terbaik nasional, kemudian menjadi peringkat pertama IPM tertinggi di luar Pulau Jawa.
Capaian ini tidak terlepas dari fokus kebijakan pada Peningkatan kualitas pendidikan, Penguatan layanan kesehatan, serta Pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Tingkat Pengangguran Terbuka: Terkendali dan Cenderung Menurun