WahanaNews-Kepri | Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau menemukan setidaknya 243 ekor sapi terpapar penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau biasa disebut kutil sapi.
"Sapi yang mati ada tiga ekor," kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau, Faralinda Sari, kepada wartawan, Rabu (9/3/2022).
Baca Juga:
Duet Baru Bulu Tangkis Indonesia Siap Tampil di BWF Tour Mei 2025
Menurut Faralinda, wabah LSD sapi pertama kali ditemukan di Indragiri Hulu, pada 9 Februari 2022. Namun saat ini sudah tertular di tujuh kabupaten yakni Indragiri Hulu, Pelalawan, Kampar, Dumai, Bengkalis, dan Siak.
"Kasus tertinggi saat ini masih di Indragiri Hulu," ujarnya.
Faralinda menambahkan penyakit LSD menimbulkan gejala benjol-benjol pada kulit sapi. Benjolan itu menimbulkan gatal sehingga membuat hewan ternak gelisah.
Baca Juga:
Tak Punya Teman Curhat? Ini Cara Berdamai dengan Diri Sendiri!
Penyakit LSD juga bisa menyebabkan suhu badan hewan ternak panas.
Namun, penyakit LSD pada sapi tidak menular terhadap manusia.
"Ini bukan penyakit zoonosis, bukan penyakit yang bisa pindah dari hewan ke manusia," jelasnya.