Faralinda mengimbau petani atau peternak sapi agar selalu menjaga kebersihan kandang.
Pola tradisional dengan pengasapan di sekitar kandang dinilai efektif untuk mengurangi nyamuk dan lalat yang menjadi penyebab penularan penyakit LSD tesebut.
Baca Juga:
Perlu Persiapan dan Solusi dari Serangan Siber Serta Antisipasi Kerusakan Jaringan
"Karena ini penularan lewat lalat dan nyamuk, faktor kebersihan kandang sangat penting, harus selalu dibersihkan. Kami juga telah memberikan bantuan disinfektan kepada petarnak," jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan akan mengerahkan sumber daya terbaik mulai dari dokter hewan hingga paramedis untuk menangani penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
Kasus ini ditemukan pada sapi di Provinsi Riau. "Untuk penanganan LSD di Riau, kita akan kerahkan dokter hewan dan paramedis staf Kementan di Riau untuk membantu melakukan vaksinasi," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah dalam keterangan tertulis, Minggu (6/3/2022).
Baca Juga:
Rutan Sidikalang Sukses Wujudkan Kemandirian WBP Melalui Sektor Pertanian
LSD atau penyakit kulit berbenjol pada sapi telah ditemukan di 7 Kabupaten di Provinsi Riau.
Sebelumnya, kasus serupa terjadi di beberapa negara di Asia termasuk Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Kamboja. [kaf]