Menurut Almy, Herman menyaksikannya. Herman merasa sangat prihatin dan miris dengan sikap arogansi Kapolres Kampar.
Sehingga dengan terpaksa, Herman meluapkan rasa kekecewaannya melalui postingan di Facebook pada Jumat (11/2/2022) pukul 18.17 WIB.
Baca Juga:
Perkuat Keamanan Digital, Pemkab Karo Jalin Kerja Sama Sertifikat Elektronik dengan BSSN RI,Layanan Administrasi Lebih Cepat
Postingan itu berisi sebagai berikut:
"Mohon pak kapolda kami miris dengan cara berkomunikasi kapolres kampar bersama kepala sekolah dan aparatur desa di kecamatan kampar. Kami warga kampar tidak terbiasa bahasa kasar."
Herman membubuhi unggahannya dengan tiga emoji merapatkan telapak tangan.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Fitur Simulasi Biaya di PLN Mobile, Pelanggan Bisa Hitung Estimasi Layanan Secara Mandiri
Akibat postingan itu, lanjut Almy, sebanyak sembilan personil kepolisian mendatangi SD Muhammadiyah yang berlokasi di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar pada keesokan harinya, Sabtu (12/2/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.
Petugas terdiri dari Kepala Kepolisian Sektor Kampar dan seorang anggotanya yang mengenakan seragam. Lainnya mengenakan pakaian umum.
"Saat itu sedang kegiatan rapat majelis guru yang dipimpinan Saudara Herman Hidayat selaku kepala sekolah. Petugas polisi masuk ke dalam sekolah sampai ke ruang kantor kepsek," ujar Almy.