"Saya dukung aliansi ini ada sebagai kontrol sosial, supaya pihak investor juga memperhatikan apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Saya selaku wakil rakyat tentu pro rakyat," ujarnya.
Namun di sisi lain, Daeng mengatakan, pihaknya juga harus memperhatikan kepentingan daerah dan negara.
Baca Juga:
Empat Kajati Sulteng: Tumpul di Provinsi, Tajam ke Kabupaten, Masyarakat Tunggu Gebrakan Kajati Baru
"Tambang ini kan kepentingan negara. Negara juga harus memikirkan daerah kita. Bagaimana mengelola tambang dengan baik, keuntungan untuk daerah seperti apa?," tutur Daeng Amhar.
Daeng Amhar kembali menegaskan, ia setuju dalam arti persoalan tambang harus dikelola secara baik. Ia juga menyetujui keberadaan Aliansi Natuna menggugat sebagai kontrol sosial, agar tambang bisa dikelola secara baik dan tidak semena-mena merusak lingkungan.
Soal rencana demo, ia meminta agar ditunda dulu.
Baca Juga:
Turun Langsung ke Lapangan, Sarifah Ainun Jariyah Serap Aspirasi dengan Pendekatan Kekeluargaan
"Ini kan ada rencana dari aliansi mau demo tanggal 17 Mei ini. Saran saya kalau mau demo di tanggal 17 tidak tepat, karena hari itu momen MTQ, banyak tamu dari luar," katanya.
Ia lebih mengedepankan dialog dari pada demo, kecuali pihak perusahaan tidak mengindahkan kesepakatan dalam rapat, seperti memperhatikan ekosistem dan lainnya.
"Jadi saran saya jangan demo dulu," tutupnya.