Tercatat, sebelum pandemi COVID-19 wisatawan asing yang mengunjungi vihara tersebut bisa mencapai delapan bus dalam sehari. Wisatawan didominasi warga negara Malaysia, Singapura, hingga China.
Untuk sampai ke sini tidak sulit, karena berada di tengah-tengah kawasan perkotaan. Bagi wisatawan dari luar daerah atau luar negeri yang datang ke Tanjungpinang melalui pintu masuk pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), tinggal naik kendaraan roda dua atau roda empat dengan jarak tempuh sekitar 15-20 menit.
Baca Juga:
Polda Kepri Pecat Oknum Polisi yang Paksa Tersangka Narkoba Bayar Pakai Pinjol
Harmoni dalam keberagaman
Apresiasi pembangunan Pagoda Sata-Saharsa juga disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad kepada komunitas Buddha atas dedikasi dan kontribusinya dalam memelihara keharmonisan sosial dan budaya di Kepri, khususnya di Tanjungpinang.
Peresmian Pagoda Sata-Saharsa Buddha ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan spiritual umat Buddha di Tanjungpinang.
Baca Juga:
Batam Bakal Bangun LRT Gantung, 3 Negara Ini Berminat Jadi Investor
Pagoda ini juga diharapkan menjadi ikon bagi Tanjungpinang yang memancarkan keindahan budaya Buddha serta menarik wisatawan dan peziarah dari berbagai belahan dunia.
Selain itu, pagoda tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat identitas dan keberagaman di Kepri.
Pemerintah Provinsi Kepri pun komitmen dalam mendukung pengembangan pariwisata dan memajukan sektor budaya di Tanjungpinang sebagai pusat ibukota.