Selama perjalanan, saya bisa melihat burung-burung yang terbang menari-nari di udara, seakan ingin mengatakan bahwa hidup di Kepulauan, sesama makhluk ilahi kita bisa berbagi tempat untuk hidup.
Sesampainya di pelantar Pering terlihat beberapa nelayan, ada yang sedang mendorong perahu ke laut, ada yang membawa peralatan penangkapan, ibu-ibu menenteng makanan untuk suaminya yang akan berlayar, dan bahkan ada yang sedang membersihkan jaring.
Baca Juga:
Soal Stok BBM RI, Bahlil Pastikan Aman di Atas Standar Minimum
Perahu nelayan berderet yang ditambatkan di dalam air berjoget karena ayunan ombak, beberapa di antaranya terikat kuat di atas dermaga yang diikatkan pada salah satu tiang beton.
Setelah kuparkirkan motor, saya melangkah mendekati beberapa perahu nelayan sambil mengabadikan moment dengan mengambil gambar menggunakan handphone.
Setelah terasa cukup beberapa jebretan momen menarik memberanikan diri melangkah menuju ke salah satu perahu yang tidak jauh dari tempatku berdiri.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan Minta Polisi Hentikan Kasus Penjual BBM Eceran di Way Kanan: Tak Ada Unsur Kejahatan
Seorang nelayan bernama Hasbi, sedang sibuk membersihkan jaring di bagannya. Melihat kedatanganku ia tidak merasa terusik.
Tangannya terus menari-nari menarik jaring, sambil menarik ikan-ikan kecil yang nyangkut di jaring kelambu bagan, lalu dibuangnya di genangan air samping bagan.
Saya mencoba mendekatkan jarak duduk dibadan bagan dan membuka pembicaraan. Melihat saya mendekat ia tersenyum tipis, tanpa ada gestur mencurigakan.